Pada suatu masa, ketika Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam sedang tawaf di Ka’bah, baginda mendengar seseorang dihadapannya bertawaf sambil berdzikir :
“Ya Karim,, Ya Karim…”

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam meniru dzikirnya : “Ya Karim,,, Ya Karim…”

Orang itu berhenti di satu sudut Ka’bah dan menyebutnya lagi, “Ya Karim,,, Ya Karim…”

Rasulullah ﷺ yang berada dibelakangnya menyebutnya lagi, “Ya Karim,,, Ya Karim…”

Orang Arab itu kemudian menyebutnya lagi, “Ya Karim,,, Ya Karim…”

Rasulullah ﷺ yang berada dibelakangnya menyebutnya lagi, “Ya Karim,,, Ya Karim…”

Orang itu merasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang laki-laki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah dilihatnya

Orang itu berkata : “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan pada kekasihku, Muhammad Rasulullah”,

Mendengar kata-kata orang badui itu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam tersenyum lalu berkata : “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum” , jawab orang arab itu.

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya.” jawab orang Arab badui itu.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun berkata padanya : “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akherat.”

Ketika itulah Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, dia berkata :

“Ya Muhammad, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyampaikan salam kepadamu dan berfirman :
“Katakan kepada orang Arab itu agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”

Orang Arab itu pula berkata : “Demi Keagungan serta Kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengan-Nya.”,
“Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan kebesaran maghfirah-Nya. Jika dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya Pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa Dermawan-Nya.”

Mendengar ucapan orang badui itu, maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi jenggotnya.

Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata :
“Ya Muhammad, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyampaikan salam kepadamu dan berfirman :
“Berhentilah engkau dari pada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga ‘Arsy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga berguncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di surga nanti.”

😭😭😭

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّم

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محَُمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجمَْعِيْنَ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  “

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محَُمَّدٍ وَعَلَى اَلِه سَيِّدِنَا محَُمَّدٍ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

💖💖💖💖💖💖💖💖

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *